
Fokus pada pondasi yang kuat agar siswa tidak hanya tahu teori, tapi berani bicara. Menghilangkan hambatan berbicara (speaking block) dan memperkuat struktur kalimat dasar hingga menengah.
| Phase | Months | Core Focus | Key Achievement |
| Phase 1 | 1 – 2 | The Basics | Mastery of Present Tense, Pronouns, and “Survival” Vocab. |
| Phase 2 | 3 – 4 | The Past & Future | Narrative skills (Past Simple) and expressing intentions (Will/Going to). |
| Phase 3 | 5 | Confidence Building | Descriptive language, adjectives, and basic sentence joining (conjunctions). |
| Phase 4 | 6 | Exam Prep & Finals | Intensive review, mock exams, and the Final Assessment. |
Ujian Tulis (40%): Grammar accuracy, reading comprehension, and basic essay writing (50–100 words).
Ujian Speaking (40%): A 5-minute interview with the Head Teacher.
Kehadiran (20%): Minimum 80% kehadiran untuk bisa mengikuti ujian.
Passing Grade: 75% Overall.
Apabila siswa gagal dalam ujuan, maka siswa harus kembali mengikuti program cohort 1 untuk lebih memperdalam fondasi dasar bahasa, atau;
Fokus pada kelancaran (fluency), berpikir kritis, dan interaksi nyata.
Weekly Session Structure (90 Minutes)
The Graduation Goal Cohort 2: “The B1 Breakthrough”
To complete Cohort 2 and move to the “Advanced/TOEFL Prep” level, students must:
Logika Penempatan (Placement Test):
Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, program ini juga membantu siswa mengembangkan soft skills seperti critical thinking, public speaking, dan confidence building, yang sangat penting untuk masa depan akademik maupun karier.
Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, program ini juga membantu siswa mengembangkan soft skills seperti critical thinking, public speaking, dan confidence building, yang sangat penting untuk masa depan akademik maupun karier.